
Bungo, 20 September 2025 – Tenaga pendidik bersama Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bungo menghadiri kegiatan Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta yang diselenggarakan di Hotel Indépenden, Bungo. Acara ini dihadiri oleh para guru, tenaga kependidikan, serta sejumlah perwakilan dari pihak madrasah dengan penuh antusiasme.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 20 September 2025 ini dibuka secara resmi oleh panitia penyelenggara dengan sambutan hangat dan penuh semangat. Kehadiran para tenaga pendidik dan kepala madrasah menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan terus berupaya beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk dalam menghadirkan pendekatan kurikulum yang lebih manusiawi, menyentuh hati, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.
Kurikulum berbasis cinta yang diperkenalkan dalam sosialisasi ini menekankan pentingnya menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga menyentuh ranah afektif dan psikomotorik. Dengan cinta, guru diharapkan mampu membangun suasana kelas yang menyenangkan, aman, dan nyaman, sehingga peserta didik dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki rasa empati yang tinggi terhadap sesama.
Dalam sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan bahwa kurikulum berbasis cinta dapat diimplementasikan melalui tiga hal utama: pertama, pendekatan pembelajaran yang memanusiakan manusia dengan memperhatikan keberagaman karakter peserta didik; kedua, pembentukan lingkungan belajar yang harmonis antara guru, siswa, dan orang tua; serta ketiga, penumbuhan budaya positif yang mendorong rasa tanggung jawab, saling menghargai, dan kepedulian sosial.
Kepala MIN 1 Bungo dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Beliau menegaskan bahwa guru harus menjadi teladan dalam menebarkan cinta dan kasih sayang kepada peserta didik, sehingga nilai-nilai positif dapat tertanam kuat dalam jiwa anak-anak sejak dini. Menurutnya, kurikulum berbasis cinta merupakan jawaban atas tantangan pendidikan modern yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk kepribadian yang utuh.
Para guru yang hadir mengaku mendapatkan banyak pencerahan dan motivasi baru dari kegiatan ini. Mereka menyambut baik gagasan kurikulum berbasis cinta dan berkomitmen untuk menerapkannya di madrasah. Salah satu tenaga pendidik bahkan menyampaikan harapannya agar melalui kurikulum ini, hubungan guru dan murid menjadi lebih dekat, penuh kehangatan, dan jauh dari tekanan.
Acara sosialisasi di Hotel Indépenden ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber, kepala madrasah, dan para guru. Diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat, memperlihatkan tingginya komitmen tenaga pendidik MIN 1 Bungo untuk menghadirkan pendidikan yang berpihak pada peserta didik.
Melalui kegiatan ini, MIN 1 Bungo berharap dapat menjadi salah satu pelopor penerapan kurikulum berbasis cinta di Kabupaten Bungo. Dengan demikian, cita-cita untuk mewujudkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan berkarakter dapat tercapai dengan baik. (AFA)
|
625x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...