
Malam di bumi perkemahan MIN 1 Bungo terasa begitu hangat dan penuh makna. Setelah seharian diisi dengan berbagai kegiatan kepramukaan yang mendidik, malam hari menjadi puncak dari rangkaian Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) dengan dilaksanakannya Upacara Unggun Api. Kegiatan sakral yang selalu dinanti ini menjadi simbol semangat, kebersamaan, dan persaudaraan di antara para peserta didik.
Lapangan utama tempat perkemahan tampak berkilau diterangi cahaya obor dan lentera yang disusun mengelilingi tumpukan kayu api unggun. Para peserta dari berbagai regu telah berkumpul rapi, membentuk lingkaran besar dengan wajah penuh antusiasme. Sorot mata mereka memancarkan semangat dan rasa bangga menjadi bagian dari gerakan Pramuka.
Upacara unggun api malam itu berjalan dengan khidmat dan penuh wibawa. Yang bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Kepala MIN 1 Bungo, Bapak Abrori, S.Pd.I. Dengan mengenakan seragam Pramuka lengkap, beliau tampak berwibawa di depan barisan peserta, memberikan amanat yang menyentuh hati dan penuh makna.
Dalam sambutannya, Bapak Abrori menyampaikan pesan mendalam tentang filosofi unggun api dalam kehidupan Pramuka. “Api unggun ini bukan sekadar simbol nyala, tetapi menggambarkan semangat pantang menyerah, kejujuran, dan kekompakan. Sebagaimana api yang menyala terang di tengah gelap malam, jadilah Pramuka yang membawa cahaya kebaikan dan semangat bagi lingkungan sekitarnya,” tutur beliau dengan suara tegas dan berwibawa.
Suasana menjadi begitu haru dan hening ketika api unggun mulai dinyalakan. Nyala api menjulang tinggi ke langit malam, diiringi dengan lagu “Hymne Pramuka” yang dinyanyikan bersama oleh seluruh peserta. Sinar merah keemasan dari api unggun memantul di wajah-wajah muda yang bersemangat, menandakan kobaran tekad untuk terus berjuang, belajar, dan berbuat baik.
Upacara dilanjutkan dengan pembacaan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka, yang dikumandangkan secara lantang oleh seluruh peserta. Momen ini menjadi pengingat bahwa menjadi seorang Pramuka bukan hanya tentang keterampilan dan kegiatan di lapangan, tetapi juga tentang komitmen untuk berperilaku jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Selepas upacara resmi, suasana berubah menjadi hangat dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta menampilkan berbagai atraksi dan hiburan ringan di sekitar api unggun — mulai dari yel-yel regu, lagu kebersamaan, hingga penampilan spontan yang mengundang tawa. Sorak-sorai dan tepuk tangan menggema di udara malam, menambah semarak suasana perkemahan.
Dalam kesempatan itu, Bapak Abrori juga mengapresiasi kerja keras para pembina dan panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan semangat gotong royong, kepemimpinan, dan tanggung jawab. Semoga kegiatan Persami ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta didik MIN 1 Bungo,” ungkapnya.
Tak hanya sebagai bentuk hiburan, upacara unggun api juga menjadi momen refleksi dan renungan malam bagi peserta. Dalam keheningan, mereka diajak merenungi nilai-nilai kepramukaan, kebersamaan, dan rasa syukur atas pengalaman yang telah diperoleh selama kegiatan berlangsung.
Upacara unggun api malam Persami MIN 1 Bungo tahun ini menjadi penutup sempurna dari kegiatan yang penuh makna. Semangat Pramuka, jiwa korsa, dan rasa persaudaraan semakin tertanam kuat di hati para peserta. Api unggun mungkin telah padam menjelang dini hari, namun semangat Pramuka MIN 1 Bungo akan terus menyala terang, menerangi langkah mereka menuju masa depan yang gemilang.
|
768x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...