
Bungo — Kegiatan hiking dalam rangka Perkemahan Sabtu-Minggu (PERSAMI) di MIN 1 Bungo terus menghadirkan keseruan dan pengalaman berharga bagi para peserta. Setelah melewati dua pos sebelumnya, para peserta akhirnya tiba di Pos Tiga, yang dikenal sebagai pos paling seru dan penuh kejutan. Pos ini dijaga oleh tiga pembina yang kreatif dan inspiratif, yaitu Pak Zulham Abas, Bu Mutmainnah, dan Bu Irma Ledya.
Sejak dari kejauhan, suara tawa dan semangat peserta terdengar menggema. Saat tiba di lokasi, peserta langsung disambut oleh para penjaga pos dengan salam pramuka yang lantang dan wajah ceria. Namun, sebelum memulai tantangan, mereka harus menjalani satu ritual unik: penyamaran wajah dengan coretan warna-warni.
Menggunakan cat wajah yang aman dan mudah dibersihkan, para peserta diberi coretan khas pramuka di pipi, dahi, dan hidung — mulai dari garis lurus, bintang, hingga simbol panah. Suasana pun langsung pecah oleh tawa dan canda peserta. Ada yang tertawa melihat wajah temannya berubah lucu, ada pula yang dengan bangga menampilkan “wajah penyamaran” mereka layaknya prajurit hutan sejati.
“Penyamaran ini bukan sekadar seru-seruan,” ujar Bu Irma Ledya sambil tersenyum. “Kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat juang. Dalam kegiatan pramuka, penyamaran melatih keberanian dan kesiapan menghadapi tantangan.”
Setelah semua peserta siap dengan wajah penyamaran, Pak Zulham Abas memberikan instruksi tugas yang akan mereka hadapi, yaitu memecahkan pesan rahasia menggunakan Sandi Kotak 2. Dengan nada berwibawa, beliau menjelaskan aturan main. “Tugas kalian di Pos Tiga ini adalah memecahkan kode sandi yang kami berikan. Gunakan kerja sama, ketelitian, dan logika kalian. Waktu kalian terbatas, jadi manfaatkan dengan baik,” tegasnya.
Peserta pun segera bergerak. Mereka duduk berkelompok, membuka kertas berisi sandi, dan mulai berdiskusi dengan serius. Beberapa terlihat cepat memahami pola sandi, sementara yang lain tampak berpikir keras sambil mencoret-coret kertas. Bu Mutmainnah berkeliling memberikan semangat dan petunjuk kecil agar peserta tidak menyerah. “Ayo, ingat pelajaran sandi yang sudah kalian pelajari di madrasah! Kalian pasti bisa,” katanya penuh motivasi.
Suasana di pos ini benar-benar hidup. Suara teriakan kecil terdengar ketika salah satu regu berhasil menemukan kunci jawaban, disusul tepuk tangan riuh dari teman-teman lainnya. Beberapa peserta bahkan tak kuasa menahan tawa melihat wajah mereka yang penuh coretan warna namun tetap fokus memecahkan kode.
Setelah waktu yang ditentukan berakhir, para penjaga pos memeriksa hasil kerja masing-masing regu. Ada yang berhasil menjawab dengan benar dan cepat, ada pula yang masih belum tuntas namun menunjukkan semangat luar biasa. Semua peserta tetap mendapat pujian atas usaha dan kekompakan mereka.
“Yang terpenting bukan siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling kompak dan pantang menyerah,” ujar Pak Zulham Abas memberikan evaluasi singkat. “Kegiatan ini melatih kalian berpikir cerdas dan bekerja sama, nilai yang sangat penting dalam pramuka dan kehidupan sehari-hari.”
Sebelum meninggalkan pos, para peserta diberi yel-yel penyemangat oleh para pembina. Mereka pun melanjutkan perjalanan ke pos berikutnya dengan wajah penuh warna, hati gembira, dan semangat yang semakin membara.
Kegiatan di Pos Tiga ini menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam hiking PERSAMI MIN 1 Bungo. Selain mengasah kecerdasan dan kerja sama, para peserta juga belajar tentang arti semangat, kebersamaan, dan keceriaan dalam menjalani setiap tantangan.
Dengan kreativitas dan dedikasi para pembina seperti Pak Zulham Abas, Bu Mutmainnah, dan Bu Irma Ledya, kegiatan pramuka di MIN 1 Bungo berhasil menjadi ajang pembentukan karakter yang menyenangkan, edukatif, dan penuh makna. Tak hanya mendidik secara fisik dan intelektual, tapi juga membangun rasa percaya diri dan semangat pantang menyerah dalam diri setiap peserta didik.
|
499x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...