
Bungo – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Bungo beberapa waktu lalu meninggalkan dampak di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bungo. Beberapa ruang kelas terlihat tergenang air dan mengalami kondisi lembab akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Meski demikian, semangat kebersamaan dan gotong royong para guru MIN 1 Bungo patut diacungi jempol.
Tanpa menunggu lama, para guru dengan sigap melakukan kegiatan gotong royong membersihkan ruang kelas yang terdampak, demi menciptakan kembali lingkungan belajar yang bersih, aman, dan nyaman bagi peserta didik. Kegiatan ini berlangsung pada pagi hari dan dipimpin langsung oleh Bapak Jamaludin, S.Pd.I, selaku Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum.
Dengan membawa perlengkapan sederhana seperti sapu, pel, ember, dan kain pel, para guru tampak bahu-membahu membersihkan lantai, mengeringkan genangan air, serta menata kembali perabotan kelas yang sempat tergeser akibat air hujan. Suasana kebersamaan dan kekompakan begitu terasa di tengah aktivitas tersebut.
“Gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab kita bersama terhadap lingkungan madrasah. Kami ingin memastikan bahwa ruang belajar kembali bersih dan siap digunakan oleh peserta didik. Semangat kebersamaan seperti inilah yang membuat kami bangga menjadi bagian dari keluarga besar MIN 1 Bungo,” ujar Bapak Jamaludin, S.Pd.I saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Beliau menambahkan bahwa kegiatan gotong royong tidak hanya menjadi rutinitas ketika terjadi bencana kecil seperti ini, tetapi juga merupakan sarana memperkuat solidaritas antar guru serta menumbuhkan semangat kerja sama yang menjadi nilai luhur di lingkungan madrasah.
Tak hanya guru laki-laki, guru perempuan pun ikut turun tangan membantu membersihkan jendela, meja, dan rak buku. Beberapa di antaranya juga terlihat mengelap papan tulis dan menjemur alat peraga yang sempat basah. Semua dilakukan dengan semangat kebersamaan tanpa rasa lelah.
Kegiatan gotong royong ini juga menjadi contoh nyata bagi peserta didik tentang pentingnya nilai kebersihan, tanggung jawab, dan kerja sama. Meski kegiatan dilakukan di luar jam pelajaran, semangat para guru tetap tinggi, menunjukkan rasa cinta mereka terhadap madrasah dan lingkungan belajar yang sehat.
“Kami ingin memberikan teladan bagi anak-anak. Melalui kegiatan seperti ini, mereka bisa belajar bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah kedua yang harus dijaga dengan sepenuh hati,” ungkap salah satu guru yang turut berpartisipasi.
Berkat kekompakan dan kerja sama yang baik, seluruh ruang kelas yang terdampak akhirnya dapat dibersihkan dengan cepat. Aktivitas belajar-mengajar pun dapat kembali berjalan normal keesokan harinya tanpa hambatan berarti.
Kepala MIN 1 Bungo, Bapak Abrori, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh guru atas kesigapan dan semangat gotong royong yang ditunjukkan.
“Kami sangat mengapresiasi semangat para guru yang tidak segan turun tangan langsung membantu membersihkan kelas. Ini adalah bukti nyata bahwa kebersamaan dan rasa memiliki di lingkungan madrasah sangat kuat. Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi peserta didik,” ujar beliau dengan bangga.
Kegiatan gotong royong ini tidak hanya menjadi bentuk tanggap bencana kecil, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga madrasah. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian yang tinggi, MIN 1 Bungo kembali membuktikan bahwa kerja sama dan gotong royong merupakan kunci utama menjaga lingkungan belajar yang nyaman dan harmonis.
|
683x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...