
Bungo — Kabar membanggakan datang dari lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bungo). Tiga guru inspiratif, yakni Asri, S.Pd.I, Hartini, S.Pd.I, dan Irma Ledya Sarnevi, S.Pd.I, dengan penuh semangat dan dedikasi telah menyelesaikan program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen para pendidik madrasah dalam meningkatkan profesionalisme serta kualitas pembelajaran di lingkungan pendidikan Islam.
Program PPG yang mereka jalani merupakan bagian dari upaya pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mencetak guru-guru profesional, berkompeten, dan memiliki sertifikasi pendidik sebagai pengakuan atas keahlian di bidangnya. Selama mengikuti program ini, ketiga guru tersebut menjalani berbagai tahapan pembelajaran, mulai dari teori pendidikan, praktik mengajar, hingga refleksi dan asesmen akhir.
Kepala MIN 1 Bungo, Abrori, S.Pd.I, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas capaian ini. Menurutnya, keberhasilan Asri, Hartini, dan Irma Ledya merupakan sebuah pencapaian luar biasa yang tidak hanya mengharumkan nama pribadi, tetapi juga membawa kebanggaan bagi seluruh keluarga besar madrasah.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas keberhasilan tiga guru hebat ini. Mereka telah berjuang dengan sungguh-sungguh untuk menempuh PPG hingga selesai. Ini adalah bukti nyata bahwa guru-guru MIN 1 Bungo memiliki semangat tinggi untuk terus belajar dan berkembang demi memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik,” ujar Abrori, S.Pd.I.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi guru-guru lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, baik dalam penguasaan materi ajar, strategi pembelajaran, maupun penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar.
Selama mengikuti program PPG, ketiga guru tersebut harus menjalani berbagai tugas akademik dan praktik profesional, termasuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), melaksanakan simulasi mengajar, melakukan refleksi pembelajaran, dan mengimplementasikan pendekatan-pendekatan inovatif di kelas.
Guru MIN 1 Bungo, Asri, S.Pd.I, menuturkan bahwa mengikuti PPG merupakan pengalaman berharga yang membuka wawasan dan memperdalam pemahaman tentang dunia pendidikan modern.
“Alhamdulillah, akhirnya bisa menyelesaikan PPG dengan baik. Banyak ilmu baru yang kami peroleh, terutama tentang bagaimana menjadi guru yang berpihak pada murid, memahami kebutuhan belajar peserta didik, serta menerapkan pembelajaran yang bermakna,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Sementara itu, Hartini, S.Pd.I, menambahkan bahwa proses PPG tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga ketekunan, disiplin, dan kerja sama.
“Prosesnya memang cukup panjang dan penuh tantangan, tapi semua terbayar dengan pengalaman luar biasa yang kami dapatkan. Kami belajar bagaimana merancang pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan karakter peserta didik,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Irma Ledya Sarnevi, S.Pd.I, mengaku bahwa PPG memberinya kesempatan untuk mengasah kemampuan refleksi diri dan meningkatkan kualitas pengajaran di kelas.
“PPG membuat kami semakin memahami bahwa menjadi guru bukan hanya soal mengajar, tapi juga membimbing, menginspirasi, dan memberi teladan bagi peserta didik. Kami ingin terus belajar agar bisa menjadi guru yang profesional dan berdampak,” tuturnya dengan semangat.
Kepala MIN 1 Bungo juga berharap agar ilmu yang telah diperoleh selama PPG dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari di madrasah. Beliau menegaskan bahwa guru profesional bukan hanya yang memiliki sertifikat pendidik, tetapi juga yang mampu mewujudkan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan berpusat pada siswa.
“Kami yakin, dengan tambahan kompetensi yang dimiliki oleh Bu Asri, Bu Hartini, dan Bu Irma, kualitas pembelajaran di MIN 1 Bungo akan semakin meningkat. Semoga semangat belajar mereka menular kepada rekan-rekan guru lainnya,” tambahnya.
Keluarga besar MIN 1 Bungo menyambut kabar ini dengan penuh sukacita. Keberhasilan tiga guru ini menjadi inspirasi bagi seluruh warga madrasah bahwa belajar tidak mengenal batas usia maupun jabatan.
Dengan selesainya program PPG ini, ketiganya kini resmi menyandang gelar guru profesional yang diakui oleh negara. Hal ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi MIN 1 Bungo sebagai madrasah unggulan yang terus berinovasi dan mencetak generasi berkarakter, cerdas, serta berakhlakul karimah.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi amal jariyah, dan kami siap mengabdi dengan sepenuh hati di MIN 1 Bungo,” ujar ketiganya kompak di akhir wawancara.
Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa guru-guru MIN 1 Bungo selalu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas diri demi kemajuan pendidikan dan kejayaan madrasah di masa depan.
|
568x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...