
Bungo, 22 Oktober 2025 � Suasana pagi di halaman Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bungo) terasa begitu khidmat dan penuh haru. Seluruh warga madrasah � mulai dari kepala madrasah, dewan guru, tenaga kependidikan, hingga seluruh peserta didik � berkumpul bersama dalam kegiatan doa bersama untuk kesembuhan salah satu guru, Bu Masitoh, S.Pd.I, serta siswa bernama Razel yang saat ini tengah menjalani perawatan karena sakit.
Kegiatan doa bersama ini dipimpin langsung oleh Kepala MIN 1 Bungo, Abrori, S.Pd.I, di halaman utama madrasah sebelum kegiatan belajar dimulai. Dengan penuh kekhusyukan, seluruh warga madrasah menundukkan kepala dan memanjatkan doa ke hadirat Allah SWT agar Bu Masitoh dan Razel segera diberi kesembuhan, kekuatan, serta kesehatan untuk kembali beraktivitas seperti biasa.
�Pagi ini kita berkumpul untuk memanjatkan doa terbaik bagi rekan guru kita, Ibu Masitoh, dan ananda Razel yang sedang sakit. Semoga Allah SWT segera memberikan kesembuhan dan mengangkat segala penyakit mereka. Mari kita kirimkan doa dengan hati yang tulus dan ikhlas, karena doa dari orang-orang yang beriman sangatlah berharga,� tutur Abrori, S.Pd.I dalam sambutannya dengan nada penuh harap.
Suasana tampak hening saat lantunan doa dipimpin oleh salah satu guru Pendidikan Agama Islam. Anak-anak menengadahkan tangan dengan khusyuk, sebagian terlihat menitikkan air mata haru. Doa bersama tersebut menjadi momen yang menyentuh hati, mencerminkan rasa empati dan kasih sayang yang mendalam dari seluruh keluarga besar MIN 1 Bungo terhadap guru dan siswa mereka yang tengah berjuang melawan sakit.
Setelah doa bersama, Kepala Madrasah kembali mengingatkan seluruh peserta didik tentang pentingnya menjaga kebersamaan dan saling peduli di antara warga madrasah. Ia menekankan bahwa madrasah bukan hanya tempat untuk belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan gotong royong.
�Kita di madrasah ini adalah satu keluarga besar. Ketika salah satu dari kita sakit atau mengalami kesulitan, maka sudah seharusnya kita saling mendoakan dan mendukung. Itulah wujud nyata dari akhlak dan rasa persaudaraan yang diajarkan dalam Islam,� ujar Abrori, S.Pd.I.
Kegiatan doa bersama tersebut juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi para peserta didik. Mereka belajar bahwa kepedulian tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui doa dan perhatian tulus. Banyak siswa yang setelah kegiatan berakhir menyampaikan harapan agar Bu Masitoh dan Razel segera sembuh dan bisa kembali ke madrasah.
�Saya rindu belajar bersama Bu Masitoh dan bermain lagi dengan Razel. Semoga mereka cepat sembuh,� ucap salah satu siswa kelas III dengan polos namun penuh ketulusan.
Para guru pun turut menyampaikan rasa haru dan bangga melihat semangat serta kepedulian yang ditunjukkan oleh para siswa. Mereka menilai bahwa kegiatan semacam ini mampu menanamkan nilai-nilai religius dan sosial yang kuat pada diri peserta didik.
Selain doa bersama, Kepala Madrasah juga berencana untuk mengadakan kunjungan dan memberikan dukungan moral kepada Bu Masitoh dan keluarga Razel dalam waktu dekat. Hal ini merupakan bentuk nyata dari komitmen madrasah dalam menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kekeluargaan.
Kegiatan doa bersama ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diakhiri dengan pembacaan surah Al-Fatihah secara berjamaah, dipersembahkan untuk kesembuhan Bu Masitoh, S.Pd.I, dan ananda Razel. Seluruh warga madrasah tampak meninggalkan lapangan dengan hati yang tenang dan penuh harapan.
Melalui kegiatan ini, MIN 1 Bungo kembali menunjukkan jati dirinya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual, empati, dan kemanusiaan. Kebersamaan yang hangat antarwarga madrasah menjadi bukti nyata bahwa kekuatan doa dan kepedulian dapat menjadi sumber energi positif dalam menghadapi segala ujian kehidupan.
|
678x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...