
Kabupaten Bungo – Suasana pagi di halaman sekolah tampak berbeda dan penuh warna pada peringatan Hari Guru Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Seluruh guru di sekolah tersebut tampil kompak mengenakan baju adat Melayu, menghadirkan nuansa keanggunan budaya lokal yang memikat perhatian para siswa, orang tua, dan tamu undangan.
Kegiatan upacara dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Para guru memasuki lapangan dengan rapi, menampilkan ragam pakaian adat Melayu mulai dari baju kurung, teluk belango, hingga kain songket dengan motif tradisional khas Jambi. Kekompakan para pendidik tidak hanya membawa kebanggaan tersendiri bagi sekolah, tetapi juga menjadi simbol kecintaan terhadap budaya daerah yang terus dijaga dan diwariskan.
Prosesi upacara berlangsung khidmat, diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta upacara mengikuti dengan penuh hormat dan antusias. Dalam amanatnya, kepala sekolah menyampaikan bahwa Hari Guru Nasional merupakan momen penting untuk menghargai perjuangan para pendidik serta memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bungo. Peringatan HUT PGRI ke-80 juga menjadi momentum introspeksi bagi para guru agar terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Selain itu, kepala sekolah memberikan apresiasi khusus kepada seluruh tenaga pendidik yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membimbing generasi muda. Ia menekankan bahwa profesi guru bukan hanya tugas mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan memberikan teladan bagi siswa. “Kita ingin menjadikan sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak agar menjadi pribadi yang berakhlak, cerdas, dan mencintai budayanya,” ujarnya dalam sambutan.
Tak ketinggalan, para guru juga mengadakan sesi foto bersama di halaman sekolah dengan latar belakang dekorasi bertema Hari Guru Nasional. Deretan pakaian adat Melayu yang berwarna-warni menjadikan momen tersebut begitu berkesan dan layak dikenang. Beberapa guru menyampaikan bahwa penggunaan pakaian adat bukan hanya untuk memeriahkan upacara, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Bungo.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar para guru senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan semangat dalam menjalankan tugas mulia sebagai pendidik bangsa. Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80 tahun ini pun diharapkan dapat semakin mempererat kekompakan antarpendidik serta menumbuhkan rasa bangga dalam melestarikan budaya daerah.
|
328x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...