
Bungo, 13 Oktober 2025 — Suasana ruang kelas di MIN 1 Bungo pagi ini tampak begitu ceria dan penuh gelak tawa. Bukan tanpa alasan, karena Ibu Nurul Qomariah, S.Pd, guru Bahasa Arab yang dikenal kreatif dan penuh semangat, kembali menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didiknya. Kali ini, beliau menerapkan metode bernyanyi dalam Bahasa Arab yang membuat seluruh siswa tampak antusias dan berpartisipasi aktif sepanjang kegiatan belajar berlangsung.
Dengan iringan lagu sederhana dan lirik yang disesuaikan dengan materi pelajaran, Ibu Nurul memimpin siswa-siswi untuk menyanyikan berbagai kosakata Bahasa Arab tentang benda-benda di kelas, warna, serta anggota tubuh. Suara tawa dan nyanyian riang menggema di ruang kelas, menciptakan suasana belajar yang tidak hanya interaktif tetapi juga menghibur.
Salah satu siswa kelas V mengungkapkan kegembiraannya, “Belajar Bahasa Arab jadi lebih mudah dan seru, Bu. Kami jadi cepat hafal karena dinyanyikan.” Ucapan sederhana itu menjadi bukti bahwa pendekatan yang dilakukan Ibu Nurul berhasil menarik perhatian siswa sekaligus meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pelajaran.
Dalam kegiatan tersebut, Ibu Nurul juga menjelaskan bahwa tujuan dari penerapan metode bernyanyi adalah untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan (PAKEM). “Anak-anak biasanya cepat bosan jika hanya mendengarkan penjelasan. Dengan bernyanyi, mereka tidak hanya belajar kata-kata dalam Bahasa Arab, tetapi juga belajar melafalkannya dengan benar dan penuh semangat,” ujarnya sambil tersenyum.
Kegiatan pembelajaran ini turut mendapat apresiasi tinggi dari Kepala MIN 1 Bungo, Bapak Abrori, S.Pd.I. Dalam wawancaranya, beliau menyampaikan rasa bangga dan dukungannya terhadap inovasi yang dilakukan oleh para guru. “Kami sangat mengapresiasi kreativitas guru-guru seperti Ibu Nurul Qomariah yang terus berupaya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Metode bernyanyi ini sangat efektif untuk membangun semangat belajar, terutama dalam mata pelajaran yang dianggap sulit seperti Bahasa Arab,” tutur beliau.
Bapak Abrori juga menambahkan bahwa kegiatan semacam ini sejalan dengan visi sekolah untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik, di mana siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam proses belajar. “Kami berharap inovasi semacam ini dapat terus dikembangkan di mata pelajaran lainnya, agar siswa MIN 1 Bungo tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter Islami,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, seluruh siswa terlihat masih antusias menyanyikan lagu-lagu yang telah mereka pelajari. Beberapa bahkan tampak menirukan gerakan sederhana yang diajarkan Ibu Nurul untuk memperkuat ingatan terhadap kosakata baru. Suasana kelas menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran yang dirancang dengan hati dan kreativitas dapat menumbuhkan kegembiraan belajar serta mempererat hubungan antara guru dan peserta didik.
Melalui metode yang sederhana namun bermakna ini, MIN 1 Bungo menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, inspiratif, dan berorientasi pada keberhasilan siswa.
|
558x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...