
Bungo — Suasana pagi di MIN 1 Bungo tampak penuh kehangatan dan keceriaan saat Kepala Madrasah bersama seluruh majelis guru berdiri di gerbang untuk menyambut kedatangan peserta didik. Penyambutan ini dilakukan dengan menerapkan budaya 5S—Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun—yang telah menjadi ciri khas sekaligus program unggulan madrasah.
Tradisi penyambutan ini bukan sekadar rutinitas pagi, melainkan bagian dari penerapan kurikulum berbasis cinta, yaitu pendekatan pendidikan yang menekankan kasih sayang, perhatian, dan kedekatan emosional antara guru dan peserta didik. Dengan sapaan hangat serta senyum yang tulus, guru-guru di MIN 1 Bungo berupaya menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua siswa.
Kepala MIN 1 Bungo menyampaikan bahwa budaya 5S merupakan pondasi dalam pembentukan karakter peserta didik. Ketika siswa tiba di madrasah dan langsung disambut dengan keramahan, hal tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mempererat hubungan antara guru dan siswa. “Kami ingin setiap anak merasa diterima, dihargai, dan dicintai sejak mereka melangkah masuk ke gerbang madrasah,” ujarnya.
Guru-guru juga menyatakan bahwa penyambutan ini membantu mereka memahami kondisi emosional siswa sejak pagi hari. Dengan demikian, jika ada siswa yang tampak murung atau kurang bersemangat, guru dapat segera memberikan perhatian atau pendampingan yang diperlukan.
Penerapan kurikulum berbasis cinta melalui budaya 5S ini telah memberikan dampak positif bagi lingkungan madrasah. Suasana yang ramah dan penuh kehangatan membuat siswa lebih disiplin, lebih sopan, dan lebih siap mengikuti pembelajaran di kelas.
Dengan komitmen yang kuat dari kepala madrasah dan seluruh guru, MIN 1 Bungo terus berupaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.
|
411x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...