
Bungo — Kegiatan literasi menjadi bagian penting dalam upaya menumbuhkan minat baca dan kemampuan berpikir kritis peserta didik di MIN 1 Bungo. Hal ini terlihat dari kebiasaan positif yang dibangun oleh Ibu Mardianti, S.Pd.I, selaku wali kelas 3B, yang selalu menanamkan budaya literasi sebelum kegiatan belajar dimulai.
Setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai, suasana kelas 3B terlihat tenang dan khidmat. Para peserta didik tampak fokus membaca buku bacaan pilihan mereka — mulai dari cerita rakyat, buku pengetahuan umum, hingga kisah teladan Islami. Kegiatan ini berlangsung sekitar 10–15 menit dan menjadi rutinitas yang sangat dinantikan oleh para siswa.
Menurut Ibu Mardianti, S.Pd.I, kegiatan literasi ini bertujuan untuk membangun kebiasaan membaca dan menumbuhkan rasa cinta terhadap buku sejak dini. “Anak-anak perlu dibiasakan membaca setiap hari agar muncul rasa senang dan terbiasa mencari informasi melalui bacaan. Dengan begitu, kemampuan berpikir dan memahami pelajaran mereka akan semakin berkembang,” ujarnya.
Selain membaca, peserta didik juga diajak untuk menceritakan kembali isi bacaan di depan kelas dengan bahasa mereka sendiri. Kegiatan ini melatih kemampuan berbicara, percaya diri, dan pemahaman terhadap isi teks.
Kepala MIN 1 Bungo, Bapak Abrori, S.Pd.I, turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif guru-guru yang terus mengembangkan budaya literasi di madrasah. “Budaya literasi adalah fondasi penting dalam pembelajaran. Guru seperti Ibu Mardianti menjadi contoh nyata bagaimana pembelajaran bisa dimulai dengan cara yang sederhana namun berdampak besar,” tutur beliau.
Melalui pembiasaan literasi ini, MIN 1 Bungo berharap para peserta didik tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, dan berwawasan luas. Semangat literasi yang terus digelorakan oleh guru-guru madrasah menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkarakter, cerdas, dan berbudaya.
|
43x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Bungo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...